LAPORAN PRAKTIKUM
DASAR DASAR AGRONOMI
Acara 1
SARANA PRODUKSI
PERTANIAN (SAPROTAN)
E1J014069
Shift 1. kamis (08.00-10.40)
LABORATORIUM
AGRONOMI
JURUSAN
BUDIDADAYA PERTANIAN
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
BENGKULU
2015
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Suatu sektor
pertanian, terutama dalam pembudidayaan tanaman-tanaman disuatu daerah hal yang
harus diperhatikan adalah sarana produksi pertanian. Dalam
kegiatan pertanian dibutuhkan berbagai jenis bahan dan alat penunjang yang diperlukan
pada proses produksi pertanian mulai dari persiapan lahan hingga penanganan
hasil tanaman pada tahap pasca panen. Agar memperoleh hasil yang tinggi dan usaha
tani tersebut memberikan keuntungan besar, diperlukan kemampuan untuk menentukan jumlah
dan jenis saprotan secara tepat. Saprotan dikelompokkan berdasarkan peranan,
kegunaan dan sifatnya. Berdasarkan peranannya di bedakan menjadi dua yaitu:
1.
Alat yaitu barang yang dapat
dipergunakan secara berulang-ulang sebagai alat pendukung pada pelaksanaan
kegiatan usaha pertanian seperti ; alat pengolah tanah, alat penanam, alat
pengendali OPT, alat pemanen dan sebagainya.
2. Bahan
yaitu barang yang
diperlukan sebagai bagian dari komponen pada tahapan proses produksi dan sifat penggunaannya yaitu habis
pakai, misalnya : benih, pupuk, pestisida, zat pengatur tumbuh (ZPT), ameliorin
dan sebagainya.
Setiap alat dan bahan memiliki sifat
khusus yang berbeda-beda tergantung sifat bahan penyusunnya. Hal tersebut dapat
diketahui dari hasil pengamatan secara langsung pada label kemasan barang atau
media yang lain.Jadi dengan
mengetahui semua tentang sarana pengenalan produksi pertanian,mahasiswa akan
lebih mudah untuk acara praktikum dsar-dasar agronomi selanjutnya.
1.2 Tujuan
1. Mahasiswa
dapat
mendiskripsikan karakteristik bebagai jenis sarana produksi pertanian
(saprotan).
2. Mahasiswa
dapat memilih dengan tepat kebutuhan jenis saprotan yang akan digunakan untuk
kegiatan usaha pertanian.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
Sarana
produksi pertanian (saprotan) merupakan salah satu faktor yang sangat penting
dalam mendukung perkembangan atau kemajuan pertanian terutama untuk mencapai
tujuan terciptanya ketahanan pangan. Banyak sekali fungsi dari alat dan mesin
pertanian misalnya saja untuk pengolahan tanah,menaikkan kadar air serta dapat
mengolah hasil pertanian.banyak cara yang bisa digunakan oleh petani untuk
mempermudah pekerjaan mereka salah satunya yaitu dengan cara menggunakan alat
yang modern selain dapat memudahkan pekerjaan juga dapat mempersingkat waktu
dan menaikkan hasil produksi dalam bidang pertanian. Sarana-sarana tersebut
harus sudah dipersiapkan sebelum memulai kegiatan budidaya tanaman.(Sostro, S.
2004)
Sarana produksi selain dipengaruhi benih, juga dipengaruhi
oleh beberapa faktor lainnya, faktor lain yang mempengaruhi adalah pestisida,
pestisida merupakan zat kimia yang berfungsi/digunakan sebagai alat untuk
pengendailan musuh-musuh tanaman, berdasarkan kegunaan pestisida dapat dibagi
kedalam beberapa jenis, yaitu insektisida, herbisida, moluskarisida, akarisida,
rodentisida, fungisida, bakterisida, dan nematisida. Pestisida juga mempunyai
beberapa bentuk formulasi pestisida yaitu berupa cairan semprot, tepung hembus,
butiran, pasta, uap, kabut dan gas (Rukmana, 1995)
Varietas
unggul pada benih merupakan varietas yang memiliki beberapa kelebihan antara
lain berproduksi tinggi, berumur relatif pendek, tahan serangan hama dan
penyakit penting, beradaptasi luas, serta bersifat unggul spesifik lainnya
seperti tahan naungan dan tahan kekeringan. (Karta, 1986)
Salah satu contoh sarana produksi tanaman yaitu benih
kacang panjang. Banyak benih kacang panjang yang beredar di pasaran dengan
varietas yang berbeda-beda. Varietas tersebut salah satu penunjang keberhasilan
suatu hasil pertanian. ( Haryanto, dkk. 2005)
Pupuk adalah bahan yang mengandung
unsur hara yang diperlukan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Pengatur zat tumbuh adalah senyawa kimia yang yang bisa digunakan untuk
merangsang pembungaan dan pembuahan, merangsang pertumbuhan vegetatif, mematikan
cabang yang tidak dikehendaki. (Sutejo, M. 1988)
BAB
III
METODE
PERCOBAAN
2.1 Metode
pelaksanaan
Pratikum
dilaksanakan dalam bentuk observasi deskriftif terhadap saprotan sebagai objek
pengamatan yang dilakukan secara mandiri oleh setiap pratika.Objek yang diamati
berupa beberapa jenis alat pertanian dan bahan-bahan saprodi yang tersedia
dilaboratorium Agronomi.
Pelaksanaan
1.
Menyiapkan kertas, membuat tabel
pengamatan untuk mencatat hasil pengamatan. ditulis identitas pratikum pada
lembar kertas tersebut.
2.
Mengambil objek pengamatan yang utuh
dari seluruh objek yang telah dipersiapkan.
3.
Mengamati secara seksama karakteristrik
objek pengamatan
4.
Melakukan pencatatan/gambar secara tepat,
lengkap dan sistematis terhadap informasi yang diketahui dari objek tersebut.
5.
Merapikan kembali ruang meja yang telah
digunakan untuk pratikum.
6.
Mengumpulkan hasil kerja dan pengamatan
ke Co-Asisten sebagai laporan setelah pratikum hari yang bersangkutan.
Waktu dan
tempat percobaaan :Pada pelaksanaan praktikum Dasar dasar Agronomi ini
dilaksanakan pada hari kamis, tanggal 8-10-2015 pukul 08.00 – 10.00 WIB, yaitu
bertempat pada ruangan laboratorium agronomi Universitas Bengkulu.
BAB
IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Dari praktikum yang kami lakukan kami mendapatkan
acam-macam sarana produksi seperti pestisida dan pupuk. Berikut adalah
klasifikasi pestisida dan pupuk dari objek praktikum:
a. Tabel
klasifikasi pestisida
No
|
Merek
|
Bahan
aktif
|
Formulasi
|
Warna
|
Golongan
|
Fungsi
|
Gambar
|
Keterangan
Produsen
|
1
|
YASITHRIN
|
Super
mertin
|
SL
|
Kuning
|
Insektisida
|
Mengendalikan
hama tanaman
|
PT.Petrosida
Gersik
|
|
2
|
DECIS
|
Deltanatris
|
SL
|
Putih
|
Insektisida
|
Mengendalikan
hama tanaman apel, cacao, kapas,semangka dan teh.
|
PT.
Bayer
|
|
3
|
Crowen
|
Cypermetrin
|
SL
|
Biru
|
Insekisida
|
Mengendalikan
kutu daun
|
PT.Nufram
Indonesia
|
|
4
|
SIDABAS
|
Bpmc
|
SL
|
Coklat
|
Insektisida
|
Mengendalikan
hama padi
|
PT.
Gersik Mitra
|
|
5
|
Diazinon
|
Diazon
|
L
|
Biru
|
Insektisida
|
Mengendalikan
hama cacao
|
PT.pekobrnia
kayaku
|
|
6
|
Metador
|
Dikasilotrin
|
L
|
Ungu
|
Insektisida
|
Mengendalikan
hama bawang
|
PT.pekobrnia
kayaku
|
|
7
|
CHIX
|
Beta
sipermatrin
|
SL
|
Putih
|
Insektisida
|
mengendalikan
hama ulat
|
PT.Nufram
Indonesia
|
|
8
|
CURACCON
|
Propenopos
|
SL
|
Kuning
|
Insektisida
|
mengendalikan
hama pada tanaman cabai, padi dll
|
PT.Synggenta
|
|
9
|
SIDAZION
|
Delta
netrin
|
SL
|
Hitam
|
Insektisida
|
mengendalikan
hama ulat gerayah pada tanaman cabai
|
PT.Nufram
Indonesia
|
|
10
|
Cymbush
|
Sipermerin
|
L
|
Kuning
|
Insektisida
|
mengendalikan
hama tanaman kapas kelapa sawit, kubis dan tembakau
|
PT.
Syngenta
|
|
11
|
DANGKE
|
Metomil
40%
|
WP
|
Putih
|
Insektisida
|
Mengendalikan
hama ulat
|
PT.
Dharma guna wibowo
|
|
12
|
Bima
star
|
Isoprofil
gliposfat
|
AS
|
Kuning
|
Herbisida
|
Mengendalikan
gulma
|
PT.
Nufram Indonesia
|
|
13
|
SOLUSI
|
2,4
dimetil amina
|
SL
|
Coklat
tua
|
Herbisida
|
Mengendalikan
gulma berdaun lebar
|
PT.
Biotis agrindo
|
|
14
|
Agri
star
|
Butaklor
|
EC
|
Ungu
|
Herbisida
|
Mengendalikan
gulma
|
PT.
AGRICON
|
|
15
|
STARLON
|
Triklopir
|
EC
|
Coklat
|
Herbisida
|
Mengendalikan
gulma semak
|
PT.
Nufram Indonesia
|
|
16
|
Foltus
|
Demitipo
|
SL
|
coklat
|
Insektisida
|
Mengendalikan
hama padi
|
PT.
Dharma guna wibowo
|
|
17
|
INDAMIN
|
Dicholoro
phenoxy
|
HC
|
Coklat
|
Herbisida
|
Mengendalikan
gulma
|
PT.
Indoagro. Inc
|
|
18
|
Atonik
|
Natrium
nitro fenol
|
L
|
Coklat
tua
|
Insektisida
|
Mengendalikan
serangan buah
|
PT.
Mastalin mandiri
|
|
19
|
Toupan
|
Gliposfat
kalium
|
AS
|
Coklat
|
Herbisida
|
Mengendalikan
gulma teki
|
PT.
Syngenta
|
|
20
|
Rhodiamine
|
Dimetil
amina
|
WSC
|
Coklat
muda
|
Herbisida
|
Mengendalikangulma
daun lebar
|
PT.
Rhone agrocarb
|
|
21
|
Lannet
|
Metonil
|
L
|
Biru
|
Insektisida
|
Mengwndalikan
hama ulat
|
PT.
Agrotani Indonesia
|
|
22
|
Vulgar
|
2,4
dimetil amina
|
LS
|
Coklat
|
Herbisida
|
Mengendalikan
gulma teki
|
PT.
Nufram indonesia
|
|
23
|
Dacomin
|
2,4
dimetil amina
|
SL
|
Coklat
|
Herbisida
|
Mengendalikan
gulma
|
PT.
Indoagro
|
|
24
|
AGROXONE
|
Kalium
mcpa
|
AS
|
Coklat
|
Herbisida
|
Mengendalikan
gulma
|
PT.
Nufram indonesia
|
|
25
|
ALERT
|
Metil
metsufuran
|
WG
|
Kuning
|
Herbisida
|
Mengendalikan
gulma
|
CV,
Maju Jaya
|
|
26
|
Amandy
|
Dimetil
amina
|
SL
|
Coklat
terang
|
Herbisida
|
Mengendalikan
gulma teki
|
PT.
Bioti Agroindo
|
|
27
|
Scoud
sofc
|
Sepermetrin
|
AS
|
Putih
|
Insektisida
|
Mengendalikan
hama lalat
|
PT.
Gersik mitra
|
|
28
|
Sida
metrin
|
Sipermetrim
|
SL
|
Kuning
|
Insektisida
|
Mengendalikan
hama belalang
|
PT.
Petrosta
|
|
29
|
Dithane
M-45
|
Mankozeb
80%
|
WP
|
Putih
|
Insektisida
|
Mengendalikan
hama cabe
|
CV,
Mitra jaya
|
|
30
|
Roundup
|
SL
|
Hijau
|
Herbisida
|
Mengendalikan gulma
|
PT.
Bioti Agroindo
|
b. Tabel klasifikasi pupuk
No
|
Merek
|
Jenis
pupuk
|
Kandungan
|
Warna
|
Bentuk
|
Fungsi
|
Gambar
|
Keterangan
produsen
|
1
|
NPK
GERSIK
|
Kompleks
|
N=
15%
P2O5=
15%
K2O=
15%
S=
10%
|
Merah
muda
|
Granular
|
Penyedia
unsur hara tanaman lengkap
|
CV,
Mitra sukses
|
|
2
|
Yara
Mika
|
Kompleks
|
N=16%
P=16%
K=16%
M=16%
Ka=5
%
|
Abu-abu
|
Granural
|
Pupuk
batang lengkap
|
M.
Anggrek tunggal
|
|
3
|
Bypolan
|
Kompleks
|
N=15%
P=15
K20=20%
S=20%
|
Merah
muda
|
larutan
|
Pupuk
daun lengkap
|
PT.
Nufram Indonesia
|
|
4
|
KCL
Petlizer
|
Tunggal
|
K2O=60%
Kadar
air=5%
|
Coklat
|
Granular
|
Pupuk
buah
|
PT.Santana
jaya pratama
|
|
5
|
Berlian
|
Kompleks
|
N=15%
P=15%
K=16%
|
Coklat
tua
|
Granular
|
Pupuk
batang lengkap
|
CV,
Kunjanga muda perkasa
|
|
6
|
NK
Alberlionce
|
Kompleks
|
N=14%
K20=
16,8%
|
Merah
muda
|
Granular
|
Pupuk
batang lengkap
|
CV,
Natunggal agrotani
|
|
7
|
Furadal
|
Tunggal
|
N=40%
S=5%
KCL=
0,5 %
|
Biru
|
Granular
|
Penyedia
hara tanaman
|
PT.
PUSRI
|
|
8
|
POSKHA
|
Kompleks
|
N=15%
K2O=15%
S=10%
P2O=5%
|
Merah
muda
|
Granular
|
Penyedia
hara dan pertumbuhan batang
|
CV,
Mulya jaya
|
|
9
|
SP36
|
Kompleks
|
P2O5=
36%
|
Abu-abu
|
Granular
|
Penyedia
unsur hara tanaman
|
PT.Nufram
Indonesia
|
|
10
|
Poc
Nassa
|
Tunggal
|
NH2=73%
|
Ungu
|
Cair
|
Meningkatkan
kualitas produksi
|
PT.
Bayer
|
|
11
|
Pupuk
urea (Nitrogen)
|
Tunggal
|
N=70%
|
Pink
|
Granular
|
Untuk
pengedalian Vegetatif
|
PT.
PUSRI
|
|
12
|
Seprini
|
Majemuk
|
P2O3=15%
K2O=
10%
Co=
5%
Mn=
10%
|
Hijau
|
Cair
|
Pupuk
pelengkap tanaman padi
|
CV,
Bunga Tani Lamongan
|
|
13
|
Dolomite
|
Majemuk
|
MgO=20%
CaO=10%
|
Putih
|
Granular
|
Pupuk
penyusun klorofil
|
PT.
Balapindo
|
|
14
|
TOP
|
Majemuk
|
N=10%
P=15%
K=15%
|
Coklat
|
Granular
|
Pupuk
organik lengkap
|
PT.
Utama Makmur Sentosa
|
|
15
|
UREA
|
Tunggal
|
N=46%
|
Merah
|
Granular
|
Pupuk
penambah N
|
PT. pupuk Indonesia
persero group
|
|
16
|
GP-5
Formula
|
Majemuk
|
Nitrogen
Posfor
Kalium
Unsur
mikro
|
Hitam
|
Granural
|
Pupuk
kompos organik
|
PT.
Cipta Visi Sinar Kencana
|
|
17
|
Lao
ying NPK
|
Majemuk
|
N=16%
P=16%
K=16%
S=0,5%
|
Biru
|
Granular
|
Pupuk
lengkap untuk tanaman hortikultura
|
PT.
Mest Indomey
|
|
18
|
Pupuk
Ijo
|
Majemuk
|
N=
10%
C=40%
|
Hijau
|
Granular
|
Penambat
N pengganti UREA
|
PT.
Niaga Buanan
|
|
19
|
PHEFOC
|
Majemuk
|
N=10%
P=10%
K=10%
|
Kuning
|
Cair
|
Sebagai
pupuk batang lengkap
|
CV,
MCS POWER RINDO
|
|
20
|
KCl
Pusri
|
Tunggal
|
K=36%
Cl=10%
|
Coklat
|
Granular
|
Pupuk
buah
|
PT.
PUSRI
|
4.2 Pembahasan
Dalam praktikum ini kita diajarkan
untuk dapat mengenal alat dan mesin pertanian,dan apa kegunaan dari mesin dan
alat pertanian tersebut, dimana alat dan mesin pertanian adalah alat atau mesin
yang digunakan didalam kegiatan budidaya pertanian sehingga dapat membantu dan
mempermudah proses budidaya dan meningkatkan kwalitas dan kwantitas hasil
pertanian.
Sarana
produksi pertanian(sprotan) merupakan alat/bahan yang dapat digunakan oleh
masyarakat/petani pada umumnya yang digunakan untuk mempermudah suatu
perkerjaan ataupun alat pendukung dalam
usaha pertanian baik dari penyiapan bahan sampai pada tahap pasca panen.
Berdasarkan
pengamatan yang telah lakukan ada berbagai macam alat pendukung supaya hasil
dari tanaman atau sarana produksi itu meningkat
diantaranya pemilihan bibit yang bagus,
pupuk dan pestisida yang takarannya harus sesuai.
Ada beberapaSaprotan yang kami
amati yaitu
jenis pestisida yaitu pengendalian hama. Adapun jenis pestisida yang kami amati
adalah Danke 40 WP,agrept 20 WP,Dithane
M-45 UP 80WP ,Decis 25 ec,Crowen 113 EC,Agroxone-4,Ost ( Organik Soil Treatment
). Fungsi dari Dangke 40 WP adalah
untuk mengendalikan hama tanaman seperti
kelompok cabe,tomat,kakao,kubis,kelapa sawit,kedelai,kacang,dan bawang. Dangke 40 WP mempunyai Metomil 40 % sbagai
komponen utama . Dangke 40 WP ini berbentuk tepung yang dapat
disuspensikan Dianjurkan pemberian
pestisida ini setelah serangan hama benar
benar tidak bisa lagi di kendalikan dan dalam jumlah yang banyak .Yang kedua
yaitu agrept 20 WP . Pestisida agrept 20 wp fungsinya yaitu untuk mengendalikan
layu bakteri pada kedelai, dengan bahan aktif streptomisin sulfat 20%,
berbentuk tepung dan berwarna putih. bahan ini juga digunakan saat tanaman
sudah terserang. Yang ketiga yaitu
Dithane-M 45 UP 80 WP . Pestisida ini digunakan untuk mendendalikan hama penyakit juga seperti yang
terjadi pada tanaman
apel,cabai,bawang,kacang tanah, karet ,kedelai,kina,kelapa,padi
teh,tomat,dan tembakau . Pestisida ini mengandung mankozeb 80 % sebagai
komponen utama.Disarankan juga di pemakaiannya pada tanaman yang telah
terserang atau pada saat proses berlangsung . Kemudian yang selanjutnya yaitu
Decis 25 ECyaitu
yang berfungsi untuk mengendalikan hama juga pada tanaman yaitu tanaman anggrek.Komponen utamanya adalah
deftametrin 25g/l .Dan sifat dari pestisida ini adalah dapat teremulsi.Kemudian
yang selanjutnya adalah Crowen 113 EC yaitu merupakan pembasmi serangga yang
mengandung cypermetrin113 %.Dan pestisida ini dapat juga diemusikan .Dan yang
terakhir yaitu Agroxone-4, dan Ost ( Organik Soil Treatment). Agroxone
mempunyai fungsi mengendalikan gulma pada daun lebar ,tanaman
jagung,padi,karet,jagung,karet sawah dan teh.Agroxone mengandung MCP 40 % yang
berbentuk larutan dan berwarna coklat
dan larut di dalam air . Ost ( Organik Soil Treatment) yaitu sejenis
pupuk yang di gunakan untuk mengembalikan kembali kehidupan tanah secara alami
.Terbuat dari
tanah yang mengandung bakteri
tanah pengikat N dan berbentuk bubuk .Kelebihan dosis tidak akan menyebabkan
kerusakan pada tanaman atau pun tanah karena pupuk inibersifat alami .Selain
pestisida dan pupuk ada juga hormon pembantu pertumbuhan akar yang disebut
dengan Root-up .Root Up mengandung 1-naftalenaselamida0,20%,2 metil-1-1naftalen
asetat 0,03%,indol-3-butran 0,06%,thiram.4,00% Root Up ini berbentuk seperti
cairan yang berbentuk pasta dan di sarankan pemberian Root –up pada saat
proses pencangkokan tanaman.Jadi,dengan
mengenal semua saprotan misalnya benih,pupuk dan pestisida,akan
lebih mudah dalam kegiatan usaha pertanian.
BAB V
PENUTUP
5.1
Kesimpulan
1.
Ada beberapa sarana produksi pertanian
diantaranya benih yang berfungsi sebagai bahan tanam, pestisida yang berfungsi
sebagai pengendali hama, pupuk sebagai pemacu tumbuh tanaman dan alat-alat yang
digunakan dari alat pengolah tanah sampai alat panen.
2.
Ada
beberapa karakteristik jenis sarana produksi pertanian
(saprotan) yaitu Benih yaitu terdiri dari benih berukuran kecil, sedang dan besar; selain itu terdiri dari benih berbentuk bulat,
membulat dan lonjong .
Pestisida
di bedakan berdasarkan bahan aktif, fungsi, warna,dosis, bentuk serta cara
aplikasi pada tanaman. Pupuk dan hormon pertumbuhan pada tanaman mengandung unsur yang
berbeda beda.
3.
Sarana
produksi pertanian mempunyai fungsi dan cara kerja masing-masing yang tepat
untuk kegiatan usaha pertanian.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim.,2014.Pengenalan Sarana
Produksi Pertanian. http://ictsleman.ath.cx/pustaka/
pertanian/agro_industri_non_pangan/15.pdf
pertanian/agro_industri_non_pangan/15.pdf
Haryanto, dkk . 2005. Budi Daya Kacang Panjang.Jakarta :Penebar
Swadaya.
Karta, G. Ance. 1986. Teknologi Benih. Jakarta : Rineka Cipta.
Rukmana. 1995. Budidaya dan Pasca Panen. Yogyakarta :
Kanisius
Sostro, S. 2004. Ilmu Pemupukan.
Jakarta : Yasagun.
Sutejo,M. 1988. Pupuk
dan Cara Pemupukan. Jakarta
: PT.
Bina Aksara
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar