Minggu, 15 November 2015

laporan dasgron

LAPORAN PRAKTIKUM
DASAR DASAR AGRONOMI
Acara 1
SARANA PRODUKSI PERTANIAN (SAPROTAN)




Romdhona Abdullah Karan
E1J014069
Shift 1. kamis (08.00-10.40)

LABORATORIUM AGRONOMI
JURUSAN BUDIDADAYA PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Suatu sektor pertanian, terutama dalam pembudidayaan tanaman-tanaman disuatu daerah hal yang harus diperhatikan adalah sarana produksi pertanian. Dalam kegiatan pertanian dibutuhkan berbagai jenis bahan dan alat penunjang yang diperlukan pada proses produksi pertanian mulai dari persiapan lahan hingga penanganan hasil tanaman pada tahap pasca panen.  Agar memperoleh hasil yang tinggi dan usaha tani tersebut memberikan keuntungan besar,  diperlukan kemampuan untuk menentukan jumlah dan jenis saprotan secara tepat. Saprotan dikelompokkan berdasarkan peranan, kegunaan dan sifatnya. Berdasarkan peranannya di bedakan menjadi dua yaitu:
1.      Alat yaitu barang yang dapat dipergunakan secara berulang-ulang sebagai alat pendukung pada pelaksanaan kegiatan usaha pertanian seperti ; alat pengolah tanah, alat penanam, alat pengendali OPT, alat pemanen dan sebagainya.
2.      Bahan yaitu barang yang diperlukan sebagai bagian dari komponen pada tahapan proses produksi dan sifat penggunaannya yaitu habis pakai, misalnya : benih, pupuk, pestisida, zat pengatur tumbuh (ZPT), ameliorin dan sebagainya.
       Setiap alat dan bahan memiliki sifat khusus yang berbeda-beda tergantung sifat bahan penyusunnya. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil pengamatan secara langsung pada label kemasan barang atau media yang lain.Jadi dengan mengetahui semua tentang sarana pengenalan produksi pertanian,mahasiswa akan lebih mudah untuk acara praktikum dsar-dasar agronomi selanjutnya.
1.2   Tujuan

1.      Mahasiswa dapat mendiskripsikan karakteristik bebagai jenis sarana produksi pertanian (saprotan).
2.      Mahasiswa dapat memilih dengan tepat kebutuhan jenis saprotan yang akan digunakan untuk kegiatan usaha pertanian.


BAB II
LANDASAN TEORI

Sarana produksi pertanian (saprotan) merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam mendukung perkembangan atau kemajuan pertanian terutama untuk mencapai tujuan terciptanya ketahanan pangan. Banyak sekali fungsi dari alat dan mesin pertanian misalnya saja untuk pengolahan tanah,menaikkan kadar air serta dapat mengolah hasil pertanian.banyak cara yang bisa digunakan oleh petani untuk mempermudah pekerjaan mereka salah satunya yaitu dengan cara menggunakan alat yang modern selain dapat memudahkan pekerjaan juga dapat mempersingkat waktu dan menaikkan hasil produksi dalam bidang pertanian. Sarana-sarana tersebut harus sudah dipersiapkan sebelum memulai kegiatan budidaya tanaman.(Sostro, S. 2004)
Sarana produksi selain dipengaruhi benih, juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya, faktor lain yang mempengaruhi adalah pestisida, pestisida merupakan zat kimia yang berfungsi/digunakan sebagai alat untuk pengendailan musuh-musuh tanaman, berdasarkan kegunaan pestisida dapat dibagi kedalam beberapa jenis, yaitu insektisida, herbisida, moluskarisida, akarisida, rodentisida, fungisida, bakterisida, dan nematisida. Pestisida juga mempunyai beberapa bentuk formulasi pestisida yaitu berupa cairan semprot, tepung hembus, butiran, pasta, uap, kabut dan gas (Rukmana, 1995)
Varietas unggul pada benih merupakan varietas yang memiliki beberapa kelebihan antara lain berproduksi tinggi, berumur relatif pendek, tahan serangan hama dan penyakit penting, beradaptasi luas, serta bersifat unggul spesifik lainnya seperti tahan naungan dan tahan kekeringan. (Karta, 1986)
Salah satu contoh sarana produksi tanaman yaitu benih kacang panjang. Banyak benih kacang panjang yang beredar di pasaran dengan varietas yang berbeda-beda. Varietas tersebut salah satu penunjang keberhasilan suatu hasil pertanian. ( Haryanto, dkk. 2005)
Pupuk adalah bahan yang mengandung unsur hara yang diperlukan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pengatur zat tumbuh adalah senyawa kimia yang yang bisa digunakan untuk merangsang pembungaan dan pembuahan, merangsang pertumbuhan vegetatif, mematikan cabang yang tidak dikehendaki. (Sutejo, M. 1988)


BAB III
METODE PERCOBAAN
2.1  Metode pelaksanaan
Pratikum dilaksanakan dalam bentuk observasi deskriftif terhadap saprotan sebagai objek pengamatan yang dilakukan secara mandiri oleh setiap pratika.Objek yang diamati berupa beberapa jenis alat pertanian dan bahan-bahan saprodi yang tersedia dilaboratorium Agronomi.
Pelaksanaan
1.      Menyiapkan kertas, membuat tabel pengamatan untuk mencatat hasil pengamatan. ditulis identitas pratikum pada lembar kertas tersebut.
2.      Mengambil objek pengamatan yang utuh dari seluruh objek yang telah dipersiapkan.
3.      Mengamati secara seksama karakteristrik objek pengamatan
4.      Melakukan pencatatan/gambar secara tepat, lengkap dan sistematis terhadap informasi yang diketahui dari objek tersebut.
5.      Merapikan kembali ruang meja yang telah digunakan untuk pratikum.
6.      Mengumpulkan hasil kerja dan pengamatan ke Co-Asisten sebagai laporan setelah pratikum hari yang bersangkutan.
Waktu dan tempat percobaaan :Pada pelaksanaan praktikum Dasar dasar Agronomi ini dilaksanakan pada hari kamis, tanggal 8-10-2015 pukul 08.00 – 10.00 WIB, yaitu bertempat pada ruangan laboratorium agronomi Universitas Bengkulu.








BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil  
            Dari praktikum yang kami lakukan kami mendapatkan acam-macam sarana produksi seperti pestisida dan pupuk. Berikut adalah klasifikasi pestisida dan pupuk dari objek praktikum:
a.       Tabel klasifikasi pestisida
No
Merek
Bahan
aktif
Formulasi
Warna
Golongan
Fungsi
Gambar
Keterangan
Produsen
1
YASITHRIN
Super mertin
SL
Kuning
Insektisida
Mengendalikan hama tanaman
PT.Petrosida Gersik
2
DECIS
Deltanatris
SL
Putih
Insektisida
Mengendalikan hama tanaman apel, cacao, kapas,semangka dan teh.


PT. Bayer
3
Crowen
Cypermetrin
SL
Biru
Insekisida
Mengendalikan kutu daun
PT.Nufram Indonesia
4
SIDABAS
Bpmc
SL
Coklat
Insektisida
Mengendalikan hama padi
PT. Gersik Mitra
5
Diazinon
Diazon
L
Biru
Insektisida
Mengendalikan hama cacao
PT.pekobrnia kayaku
6
Metador
Dikasilotrin
L
Ungu
Insektisida
Mengendalikan hama bawang
PT.pekobrnia kayaku
7
CHIX
Beta sipermatrin
SL
Putih
Insektisida
mengendalikan hama ulat

PT.Nufram Indonesia
8
CURACCON
Propenopos
SL
Kuning
Insektisida
mengendalikan hama pada tanaman cabai, padi dll

PT.Synggenta
9
SIDAZION
Delta netrin
SL
Hitam
Insektisida
mengendalikan hama ulat gerayah pada tanaman cabai

PT.Nufram Indonesia
10
Cymbush
Sipermerin
L
Kuning
Insektisida
mengendalikan hama tanaman kapas kelapa sawit, kubis dan tembakau

PT. Syngenta
11
DANGKE
Metomil 40%
WP
Putih
Insektisida
Mengendalikan hama ulat

PT. Dharma guna wibowo
12
Bima star
Isoprofil gliposfat
AS
Kuning
Herbisida
Mengendalikan gulma
PT. Nufram Indonesia
13
SOLUSI
2,4 dimetil amina
SL
Coklat tua
Herbisida
Mengendalikan gulma berdaun lebar
PT. Biotis agrindo
14
Agri star
Butaklor
EC
Ungu
Herbisida
Mengendalikan gulma
PT. AGRICON
15
STARLON
Triklopir
EC
Coklat
Herbisida
Mengendalikan gulma semak
PT. Nufram Indonesia
16
Foltus
Demitipo
SL
coklat
Insektisida
Mengendalikan hama padi
PT. Dharma guna wibowo
17
INDAMIN
Dicholoro phenoxy
HC
Coklat
Herbisida
Mengendalikan gulma
PT. Indoagro. Inc
18
Atonik
Natrium nitro fenol
L
Coklat tua
Insektisida
Mengendalikan serangan buah
PT. Mastalin mandiri
19
Toupan
Gliposfat kalium
AS
Coklat
Herbisida
Mengendalikan gulma teki
PT. Syngenta
20
Rhodiamine
Dimetil amina
WSC
Coklat muda
Herbisida
Mengendalikangulma daun lebar
PT. Rhone agrocarb
21
Lannet
Metonil
L
Biru
Insektisida
Mengwndalikan hama ulat
PT. Agrotani Indonesia
22
Vulgar
2,4 dimetil amina
LS
Coklat
Herbisida
Mengendalikan gulma teki
PT. Nufram indonesia
23
Dacomin
2,4 dimetil amina
SL
Coklat
Herbisida
Mengendalikan gulma
PT. Indoagro
24
AGROXONE
Kalium mcpa
AS
Coklat
Herbisida
Mengendalikan gulma
PT. Nufram indonesia
25
ALERT
Metil metsufuran
WG
Kuning
Herbisida
Mengendalikan gulma
CV, Maju Jaya
26
Amandy
Dimetil amina
SL
Coklat terang
Herbisida
Mengendalikan gulma teki
PT. Bioti Agroindo
27
Scoud sofc
Sepermetrin
AS
Putih
Insektisida
Mengendalikan hama lalat
PT. Gersik mitra
28
Sida metrin
Sipermetrim
SL
Kuning
Insektisida
Mengendalikan hama belalang
PT. Petrosta
29
Dithane M-45

Mankozeb 80%
WP
Putih
Insektisida
Mengendalikan hama cabe
CV, Mitra jaya
30
Roundup

SL
Hijau
Herbisida
Mengendalikan gulma
PT. Bioti Agroindo

b. Tabel klasifikasi pupuk
No
Merek
Jenis pupuk
Kandungan 
Warna 
Bentuk
Fungsi
Gambar
Keterangan produsen
1
NPK
GERSIK
Kompleks
N= 15%
P2O5= 15%
K2O= 15%
S= 10%
Merah muda
Granular
Penyedia unsur hara tanaman lengkap
CV, Mitra sukses
2
Yara Mika
Kompleks
N=16%
P=16%
K=16%
M=16%
Ka=5 %
Abu-abu
Granural
Pupuk batang lengkap
M. Anggrek tunggal
3
Bypolan
Kompleks
N=15%
P=15
K20=20%
S=20%
Merah muda
larutan
Pupuk daun lengkap
PT. Nufram Indonesia
4
KCL Petlizer
Tunggal
K2O=60%
Kadar air=5%
Coklat
Granular
Pupuk buah
PT.Santana jaya pratama
5
Berlian
Kompleks
N=15%
P=15%
K=16%
Coklat tua
Granular
Pupuk batang lengkap
CV, Kunjanga muda perkasa
6
NK Alberlionce
Kompleks
N=14%
K20= 16,8%
Merah muda
Granular
Pupuk batang lengkap
CV, Natunggal agrotani
7
Furadal
Tunggal
N=40%
S=5%
KCL= 0,5 %
Biru
Granular
Penyedia hara tanaman

PT. PUSRI
8
POSKHA
Kompleks
N=15%
K2O=15%
S=10%
P2O=5%
Merah muda
Granular
Penyedia hara dan pertumbuhan batang
CV, Mulya jaya
9
SP36
Kompleks
P2O5= 36%
Abu-abu
Granular
Penyedia unsur hara tanaman

PT.Nufram Indonesia
10
Poc Nassa
Tunggal
NH2=73%
Ungu
Cair
Meningkatkan kualitas produksi

PT. Bayer
11
Pupuk urea (Nitrogen)
Tunggal
N=70%
Pink
Granular
Untuk pengedalian Vegetatif

PT. PUSRI
12
Seprini
Majemuk
P2O3=15%
K2O= 10%
Co= 5%
Mn= 10%
Hijau
Cair
Pupuk pelengkap tanaman padi
CV, Bunga Tani Lamongan
13
Dolomite
Majemuk
MgO=20%
CaO=10%
Putih
Granular
Pupuk penyusun klorofil
PT. Balapindo
14
TOP
Majemuk
N=10%
P=15%
K=15%
Coklat
Granular
Pupuk organik lengkap
PT. Utama Makmur Sentosa

15
UREA
Tunggal
N=46%
Merah
Granular
Pupuk penambah N
PT. pupuk Indonesia persero group
16
GP-5 Formula
Majemuk
Nitrogen
Posfor
Kalium
Unsur mikro
Hitam
Granural
Pupuk kompos organik
PT. Cipta Visi Sinar Kencana
17
Lao ying NPK
Majemuk
N=16%
P=16%
K=16%
S=0,5%
Biru
Granular
Pupuk lengkap untuk tanaman hortikultura
PT. Mest Indomey
18
Pupuk Ijo
Majemuk
N= 10%
C=40%
Hijau
Granular
Penambat N pengganti UREA
PT. Niaga Buanan
19
PHEFOC
Majemuk
N=10%
P=10%
K=10%
Kuning
Cair
Sebagai pupuk batang lengkap
CV, MCS POWER RINDO
20
KCl Pusri
Tunggal
K=36%
Cl=10%
Coklat
Granular
Pupuk buah
PT. PUSRI







4.2 Pembahasan
Dalam praktikum ini kita diajarkan untuk dapat mengenal alat dan mesin pertanian,dan apa kegunaan dari mesin dan alat pertanian tersebut, dimana alat dan mesin pertanian adalah alat atau mesin yang digunakan didalam kegiatan budidaya pertanian sehingga dapat membantu dan mempermudah proses budidaya dan meningkatkan kwalitas dan kwantitas hasil pertanian.
Sarana produksi pertanian(sprotan) merupakan alat/bahan yang dapat digunakan oleh masyarakat/petani pada umumnya yang digunakan untuk mempermudah suatu perkerjaan ataupun alat pendukung dalam usaha pertanian baik dari penyiapan bahan sampai pada tahap pasca panen.
Berdasarkan pengamatan yang telah lakukan ada berbagai macam alat pendukung supaya hasil dari tanaman atau sarana produksi itu meningkat diantaranya pemilihan bibit yang bagus, pupuk dan pestisida yang takarannya harus sesuai.
Ada beberapaSaprotan yang kami amati yaitu jenis pestisida yaitu pengendalian hama. Adapun jenis pestisida yang kami amati adalah  Danke 40 WP,agrept 20 WP,Dithane M-45 UP 80WP ,Decis 25 ec,Crowen 113 EC,Agroxone-4,Ost ( Organik Soil Treatment ). Fungsi dari Dangke  40 WP adalah untuk  mengendalikan hama tanaman seperti kelompok cabe,tomat,kakao,kubis,kelapa sawit,kedelai,kacang,dan bawang.  Dangke 40 WP mempunyai Metomil 40 % sbagai komponen utama . Dangke 40 WP ini berbentuk tepung yang dapat disuspensikan  Dianjurkan pemberian pestisida ini setelah serangan hama  benar benar tidak bisa lagi di kendalikan dan dalam jumlah yang banyak .Yang kedua yaitu agrept 20 WP . Pestisida agrept 20 wp fungsinya yaitu untuk mengendalikan layu bakteri pada kedelai, dengan bahan aktif streptomisin sulfat 20%, berbentuk tepung dan berwarna putih. bahan ini juga digunakan saat tanaman sudah terserang. Yang ketiga yaitu  Dithane-M 45 UP 80 WP . Pestisida ini digunakan untuk  mendendalikan hama penyakit juga seperti yang terjadi pada tanaman  apel,cabai,bawang,kacang tanah, karet ,kedelai,kina,kelapa,padi teh,tomat,dan tembakau . Pestisida ini mengandung mankozeb 80 % sebagai komponen utama.Disarankan juga di pemakaiannya pada tanaman yang telah terserang atau pada saat proses berlangsung . Kemudian yang selanjutnya yaitu Decis 25 ECyaitu yang berfungsi untuk mengendalikan hama juga pada tanaman yaitu tanaman anggrek.Komponen utamanya adalah deftametrin 25g/l .Dan sifat dari pestisida ini adalah dapat teremulsi.Kemudian yang selanjutnya adalah Crowen 113 EC yaitu merupakan pembasmi serangga yang mengandung cypermetrin113 %.Dan pestisida ini dapat juga diemusikan .Dan yang terakhir yaitu Agroxone-4, dan Ost ( Organik Soil Treatment). Agroxone mempunyai fungsi mengendalikan gulma pada daun lebar ,tanaman jagung,padi,karet,jagung,karet sawah dan teh.Agroxone mengandung MCP 40 % yang berbentuk larutan dan berwarna coklat  dan larut di dalam air . Ost ( Organik Soil Treatment) yaitu sejenis pupuk yang di gunakan untuk mengembalikan kembali kehidupan tanah secara alami .Terbuat dari tanah yang mengandung bakteri tanah pengikat N dan berbentuk bubuk .Kelebihan dosis tidak akan menyebabkan kerusakan pada tanaman atau pun tanah karena pupuk inibersifat alami .Selain pestisida dan pupuk ada juga hormon pembantu pertumbuhan akar yang disebut dengan Root-up .Root Up mengandung 1-naftalenaselamida0,20%,2 metil-1-1naftalen asetat 0,03%,indol-3-butran 0,06%,thiram.4,00% Root Up ini berbentuk seperti cairan  yang berbentuk pasta  dan di sarankan pemberian Root –up pada saat proses pencangkokan tanaman.Jadi,dengan mengenal semua saprotan misalnya benih,pupuk dan pestisida,akan lebih mudah dalam kegiatan usaha pertanian.

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
1.      Ada beberapa sarana produksi pertanian diantaranya benih yang berfungsi sebagai bahan tanam, pestisida yang berfungsi sebagai pengendali hama, pupuk sebagai pemacu tumbuh tanaman dan alat-alat yang digunakan dari alat pengolah tanah sampai alat panen.
2.      Ada beberapa karakteristik jenis sarana produksi pertanian (saprotan) yaitu Benih yaitu terdiri dari benih berukuran kecil,  sedang dan besar;  selain itu terdiri dari benih berbentuk bulat, membulat dan lonjong . Pestisida di bedakan berdasarkan bahan aktif, fungsi, warna,dosis, bentuk serta cara aplikasi pada tanaman. Pupuk dan  hormon  pertumbuhan pada tanaman mengandung unsur yang berbeda beda.
3.      Sarana produksi pertanian mempunyai fungsi dan cara kerja masing-masing yang tepat untuk kegiatan usaha pertanian.










DAFTAR PUSTAKA
Anonim.,2014.Pengenalan Sarana Produksi Pertanian. http://ictsleman.ath.cx/pustaka/
        pertanian/agro_industri_non_pangan/15.pdf
Haryanto, dkk . 2005. Budi  Daya  Kacang  Panjang.Jakarta :Penebar Swadaya.
Karta, G. Ance. 1986. Teknologi Benih. Jakarta : Rineka Cipta.
Rukmana. 1995. Budidaya dan Pasca Panen. Yogyakarta : Kanisius
Sostro, S. 2004. Ilmu Pemupukan. Jakarta : Yasagun.
Sutejo,M. 1988. Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta : PT. Bina Aksara
.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar